Resiko Pinjaman Online Jaminan Sertifikat

Resiko Pinjaman Online Jaminan Sertifikat

Maraknya jasa pinjaman saat inimembuat semakin banyak bisnis jasa yang meminjamkan uang. Jasa pinjaman juga sudah masuk ke ranah online yang lebih praktis. Jasa pinjaman online juga bisa menggunakan sistem jaminan, dengan jaminan yang paling umum adalah sertifikat. Memang menggunakan sertifikat sebagai jaminan memiliki keuntungan sendiri yaitu nilainya besar. Selain itu pinjaman dengan jaminan lebih banyak dikenal masyarakat ketimbang pinjaman tanpa jaminan.

Resiko Pinjaman Online Jaminan Sertifikat

Meski terlihat menguntungkan, menggunakan jasa pinjaman online jaminan sertifikat memiliki resiko yang harus ditanggung. Meski resiko ini belum tentu Anda dapatkan tapi Anda tetap harus mempertimbangkannya. Resiko dari jasa pinjaman online jaminan sertifikat, diantaranya adalah:

Sertifikat sedang dibutuhkan

Resiko pertama adalah Anda masih membutuhkan sertifikat tersebut untuk kebutuhan lainnya. Bisa jadi sertifikat tersebut merupakan sertifikat kendaraan yang masih sibutuhkan. Hal yang sering terjadi adalah tiba-tiba sertifikat di butuhkan ketika sertifikat sedang dijadikan jaminan. Kebutuhan mendadak akan sertifikat yang sedan jadi jaminan membuat Anda harus membayar tagihan secara menyeluruh.

Baca juga: Inilah Penyebab Aplikasi Pinjaman Online Ditolak

Belum lagi akan ada pinalti jika Anda langsung melunasinya begitu saja untuk beberapa jenis jasa. Maka sebaiknya pikirkan dahulu jenis sertifikat apa yang akan Anda jadikan jaminan sebelum menyerahkannya. Pilih sertifikat yang kira-kira tidak akan tiba-tiba dibutuhkan. Sertifikat yang paling umum digunakan adalah sertifikat tanah atau bangunan.

Hilang atau sudah dilelang

Resiko yang paling nyata adalah hilangnya sertifikat tersebut. Hilang di sini adalah sudah dilelang dan diberikan kepada orang lain. Jika Anda kehilangan sertifikat tanah maka berarti Anda bisa kehilangan tanah Anda juga. Hilangnya sertifikat pada jaminan jasa pinjaman online bisa terjadi ketika Anda terlalu lama tidak membayar tagihan.

Pihak jasa akan menjual atau melelang sertifikat tersebut dalam jangka waktu tertentu jika Anda tidak segera membayarnya. Bahkan keterlambatan pembayaran juga bisa membuat Anda diberi pinalti lain atau denda ditambah kehilangan jaminan. Setiap jasa memiliki jangka waktu tertentu untuk pinalti keterlambatan, bisa satu tahun hingga dua tahun.

Tenornya jangka pendek

Tenor merupakan jangka waktu peminjaman dari jasa pinjaman online. Memang menggunakan pinjaman online ada batasan jumlah uang biasanya maksimal lima juta rupiah. Jumlah yang sedikit ini akhirnya diberikan tenor yang pendek pula. Tenor pendek sebenarnya bisa menguntungkan karena bunga yang dibayar tidak menumpuk. Namun, tenor pendek bisa menjadi resiko jika Anda hanya memiliki penghasilan atau penyisihan uang yang sedikit setiap bulan untuk membayar tagihan.

Mau tidak mau Anda harus membayar cukup besar untuk sekali tagihan. Tenor untuk pinjaman online sangat singkat bahkan jauh lebih singkat dari pada pinjaman biasa. Tenor ini bisa menjadi semakin singkat jika Anda menggunakan jaminan terutama sertifikat, karena jaminan tersebut cukup berharga. Tenor yang umum diberikan oleh jasa pinjaman online adalah satu minggu hingga dua bulang.

Rawan penipuan

Menggunakan jasa pinjaman online sangat rawan terhadap penipuan. Anda harus sangat jeli untuk melihat manakah jasa yang terpercaya atau tidak. Banyak kasus penipuan yang terjadi dengan berkedok pinjaman online. Anda bisa saja tidak diberikan uang setelah menyerahkan sertifikat, atau Anda mungkin diberi sebagian uang tapi sertifikat Anda tidak pernah kembali. Akhirnya Anda sendiri yang sangat rugi karena kehilangan sertifikat yang nilainya lebih besar. Anda harus pandai menentukan mana jasa yang kira-kira bisa Anda percaya untuk diberi jaminan.

https://www.cekaja.com/kredit/pinjaman-online

Tinggalkan Balasan