Mengenal Jenis-jenis dan Istilah dalam Aset

Mengenal Jenis-jenis dan Istilah dalam Aset

Investasi cepat menguntungkan – Aset adalah sumber yang dimiliki dan dikendalikan oleh seseorang. Aset tersebut mempunyai nilai jual dan diharapkan mampu memberikan keuntungan di masa depan. Aset ini bisa berbentuk apapun yang dapat dikonversi kembali menjadi cash atau bisa menjadi sumber penghasilan.

Aset terbagi menjadi 3 jenis, yakni:

1. Aset Investasi

Penting bagi siapapun untuk mempelajari cara kerja investasi. Karena investasi juga dapat menjadi pintu pemasukan kamu selain gaji dari kantor.

Ada beberapa produk investasi yang ada di Indonesia, diantaranya ada Deposito Berjangka, Deposito Syariah, Sekuritas, Logam Mulia, dan Unitlink.

Hal-hal yang diberikan oleh Aset Investasi meliputi:

• Capital Gain

Aset investasi ini tidak memberikan “keuntungan” dalam waktu singkat, tetapi diharapkan dapat memberikan keuntungan atau return yang jauh lebih tinggi di masa depan.

Contohnya: Saham, reksadana, properti yang dijual (rumah, apartment, d.ll), dan margin jual obligasi.

• Cashflow

Cashflow dapat menjadi sumber pendapatan rutin setiap bulan atau setiap tahunnya.

Contoh: Penyewaan properti, surat urang (obligasi), dan dividen dari saham

• Collateral

Agak berbeda dari 2 contoh sebelumnya. Collateral tidak hanya menjadi sumber pendapatan, namun aset ini juga bisa menjadi jaminan ketika muncul kebutuhan untuk meminjam dari pihak ketiga.

Contoh: Properti dan surat berharga yang aktif diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia. Selain itu obligasi dan saham (memiliki peringkat nilai investasi)

Baca juga: Manfaat Asuransi pada Pinjaman Dana Tunai yang Harus Anda Ketahui

2. Aset Lancar

Aset lancar bersifat likuid atau mudah dicairkan jika sewaktu-waktu dibutuhkan.

Contoh:

  • Tabungan
  • Deposito
  • Mata uang asing
  • Reksadana pasar uang
  • Logam mulia
  • Dan lain-lain

Tips

Sebaiknya, total aset lancar yang ideal itu diantara 15% sampai 20% dari total keseluruhan aset. Jika kurang, kondisi keuangan mu menjadi tidak aman jika nanti butuh dana mendesak. Namun sebaliknya jika berlebihan, aset malah tidak bisa berkembang secara optimal.

Soal besaran Aset Lancar perlu dihitung kembali dan disesuaikan dengan kebutuhan atau dana mendesak bagi masing-masing individu.

3. Aset Guna

Aset guna bisa digunakan untuk keperluan pribadi maupun keluarga. Aset guna juga tidak akan digunakan untuk sumber pendapatan saat ini maupun di masa depan.

Contoh aset guna:

  • Rumah yang ditempati
  • Kendaraan yang digunakan untuk beraktivitas

Aset ini dapat dikategorikan sebagai kebutuhan primer. Kamu memang membutuhkan rumah untuk tempat tinggal dan kendaraan untuk mobilitas dan aktivitas bersama keluarga. Banyaknya aset guna tidak menjadi suatu indikator bahwa kamu kaya. Kenyataannya, semakin banyak aset guna yang kamu miliki berarti semakin besar juga biaya yang kamu bayar untuk pajak aset guna.

Dapatkan informasi selengkapnya hanya di CekAja.com

https://www.cekaja.com/investasi/

Tinggalkan Balasan